MUI Menyapa Anak Jalanan dan Dhuafa, Ajak Berinternet Sehat

News  
Guntur Subagja saat menyampaikan materi (foto dokumen Infokom MUI)

Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (Infokom MUI) pada Rabu (23/3) menyelenggarakan acara bertajuk MUI Menyapa Anak Jalanan dan Dhuafa Melalui Upaya Menangkal Konten Negatif di Media Sosial.

Sebanyak 25 anak jalanan dan dhuafa yang menjadi siswa Sekolah Masjid Terminal (Master), di Depok, Jawa Barat, mengikuti serangkaian acara yang mulai digelar pukul 09.00 hingga pukul 15.00 WIB. Sekolah Master, menurut pendirinya, Nurokhim, memang dikhususkan untuk kaum dhuafa dan anak jalanan. Sekolah yang sudah berdiri sejak 20 tahun lalu ini awalnya memang berasal dari masjid terminal Depok yang kemudian berkembang menjadi sebuah sekolah sederhana.

Sejumlah materi yang diberikan antara lain: ragam manfaat teknologi internet, antisipasi dampak negatif dunia online, pengenalan marketplace, serta cara pembuatan foto dan video produk yang akan dijual. Tak lupa disampaikan pula wawasan tentang MUI dan Islam Wasathiyyah oleh Ketua Komisi Infokom MUI, Mabroer MS.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

BACA JUGA: Tiga Orientasi Pendidikan Untuk Menghadapi Tantangan Masa Depan

Menurut Mabroer, telah menjadi tugas MUI untuk menyapa umat di semua lapisan masyarakat. "Anak jalanan dan dhuafa adalah bagian dari masyarakat yang memiliki hak yang sama untuk mendapat perhatian dari MUI," jelas Mabroer. Dalam kesempatan tersebut MUI sengaja menyesuaikan materi yang disampaikan dengan minat para remaja dan anak-anak sekarang, yakni internet.

Pemateri pertama, Guntur Subagja, sekretaris Lembaga Wakaf MUI sekaligus asisten staf khusus Wakil Presiden RI, memaparkan bahwa kemajuan teknologi internet saat ini sangat bisa dimanfaatkan untuk berusaha dan mendapatkan keuntungan secara halal, efektif, dan efisien.

"Dengan adanya internet, kita tidak perlu lagi punya toko tempat berjualan seperti dulu. Pasarnya juga sangat luas," jelas Guntur seraya menyebutkan beberapa contoh mereka yang sukses berniaga lewat marketplace.

Menurut pembina OSIS Sekolah Master, Bambang Wahyudin, anak-anak dhuafa dan jalanan bukanlah mereka yang tidak memiliki prestasi sama sekali. Mereka hanya tidak memiliki kesempatan saja. "Alumni sekolah ini banyak juga yang bisa melanjutkan kuliah dengan berbagai beasiswa," jelas Bambang.

Hanya saja, pelatihan-pelatihan semacam ini perlu dilakukan secara berkesimbungan. Sebab, kata Bambang, kehidupan dan lingkungan sehari-hari bisa membuat mereka mudah lupa dengan segala yang diajarkan hari ini.

Dalam acara yang digelar di masjid di dalam lungkungan sekolah Master ini, para peserta terlihat antusias mengikuti materi yang disajikan, terutama saat mereka diajarkan bagaimana cara memotret produk jualan yang baik dan benar. Mereka juga cukup aktif berdiskusi dengan para pemateri.

Acara yang dibuka oleh Wasekjen MUI Bidang Infokom, KH Asrori S Karni, dihadiri juga oleh Ketua MUI Depok, KHِ Ahmad Dimyathi Badruzzaman.

Penulis: Mahladi Murni

Berita Terkait

Image

MUI Gelar Standardisasi Kompetensi Dai ke 18, Diikuti 100 Dai

Image

Berita Tentang Anak dan Etika yang Dilanggar

Image

LPBKI MUI Gelar Peringatan Hari Santri dan Sumpah Pemuda

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jaga Iman dengan Berbagi Renungan

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image