Dunia Maya Perlu Mujahid Digital

Hikmah  
Teknologi digital bisa berdampak positif, bisa juga negatif.

Sejatinya, ketika kebenaran itu datang, maka kebathilan akan lenyap. Hal itu difirmankan oleh Allah Ta'ala dalam surat Al-Isra [17] ayat 81.

"Dan katakanlah, Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh, yang batil itu pasti lenyap."

Tapi mengapa di dunia digital, konten-konten hoaks, fitnah, dan adu domba justru lebih digandrungi ketimbang konten-konten Islami?

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

BACA JUGA: Teluk Palu yang Pendiam

Menarik penjelasan Ismail Fahmi, wakil ketua komisi Infokom MUI sekaligus founder drone emprit, dalam acara Kongres Mujahid Digital yang digelar MUI pada 15 September 2022 lalu.

Kata beliau, motif para pembuat informasi hoaks dan fitnah adalah ekonomi. Artinya, ini persoalan "dapur yang ingin ngebul".

Karena itu, mereka serius menggarapnya. Keseriusan itulah yang melahirkan kreativitas, bahkan sampai kebablasan. Apa pun akan mereka lakukan demi mendapatkan keuntungan yang banyak.

BACA JUGA: Korupsi Mengundang Azab Allah

Untuk menandingi mereka, para pendakwah digital juga harus memiliki keseriusan serupa, bahkan lebih. Para juru dakwah digital harus bersungguh-sungguh jika tak ingin kalah.

Tanpa mujahadah, atau kesungguh-sungguhan, maka kebathilan di dunia maya tak akan bisa lenyap. Karena itu, dunia maya perlu Mujahid Digital. ***

Penulis: Mahladi Murni

Berita Terkait

Image

Berita Tentang Anak dan Etika yang Dilanggar

Image

LPBKI MUI Gelar Peringatan Hari Santri dan Sumpah Pemuda

Image

LDK MUI Gelar FGD Tentang Metode Pemurtadan Baru

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jaga Iman dengan Berbagi Renungan

Mari Mengenal Keong

Pucat Pasi di Tobelo

Berita Tentang Anak dan Etika yang Dilanggar

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image