Tiga Pilar Kemenangan Islam

Hikmah  
Ilustrasi kemenangan.

Hidup adalah pilihan. Terserah kita mau memilih jalan yang mana; surga atau neraka; jalan kebaikan atau keburukan; menjadi pemenang atau pecundang.

Namun, setiap pilihan selalu ada konsekuensi dan tanggung jawab yang harus kita emban. Jika ingin mengubah diri kita dari pecundang menjadi pemenang maka kita juga harus berani mengubah mindset.

Menurut KH Syihabuddin Abdul Muis, pimpinan Ponpes Isykarima, Karangpandang, Jawa Tengah, "Saat kita kalah dalam mindset, maka kita akan sempit dalam beramal."

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

BACA JUGA: Virus Ganas dalam Berkomunikasi Adalah Kesombongan

Allah Ta'ala menegaskan dalam al-Qur'an surat at-Taubah [9] ayat 20, "Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan."

Dari ayat ini kita bisa paham bahwa ada tiga kata kunci untuk mengubah diri dari pecundang menjadi pemenang. Pertama, kita harus menjadi orang yang beriman, yaitu orang yang patuh dengan perintah Allah Ta'ala dan menjauhi apa yang menjadi larangan-Nya.

Kedua, kita harus menjadi orang yang berhijrah. Kata Hijrah memiliki tiga arti, yakni meninggalkan kemaksiatan kepada sesuatu yang Allah perintahkan, pindah dari yang buruk kepada yang lebih baik, dan menjauh dari apa yang menjerumuskan kepada petunjuk yang bisa menyelamatkan pada jalan kebaikan.

Ketiga, orang yang berjihad di jalan Allah. Jihad dalam arti luas adalah bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, bersungguh-sungguh dalam amal kebaikan dan juga orang yang berjuang menegakkan kebenaran Islam.

BACA JUGA: Tak Ada Kata Terlambat Untuk Bertaubat

Ketiganya seringkali disebut sebagai pilar kemenangan dalam Islam. Maka, jika kita ingin tampil sebagai pemenang mulailah tegakkan ketiga pilar tersebut.

Bila kita sudah berusaha menegakkan ketiga pilar itu maka bertawakallah kepada Allah Ta'ala, jangan sekali-kali bertawakal dengan apa yang sudah kita usahakan. Sebab, tawakal itu hanya kepada Allah Ta'ala dan kemenangan adalah tanda ke-Mahamurah-an dan ke-Mahakuasa-an Allah Ta'ala.

Wallahua'lam

Penulis: Rini Dwi Utami | mahasiswi STID M Natsir, Jakarta

Berita Terkait

Image

Jangan Merasa Aneh Bila Dunia Tak Sempurna

Image

Ramadhan Telah Pergi, Bagaimana Kualitas Keimanan Kita?

Image

Enam Sikap Menghadapi Ujian

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jaga Iman dengan Berbagi Renungan

Jika Hidup Terasa Berat, Banyaklah Berzikir

Dunia Maya Perlu Mujahid Digital

Kisah Penugasan Dai ke Taliabo

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image