Jangan Khawatir Kepada Rezeki, Bertawakallah!

Hikmah  
Ilustrasi harta (fotoPixabay)

Di masa pandemi, banyak orang yang mengeluh kesulitan ekonomi. Banyak karyawan yang tidak dipekerjakan lagi. Banyak pedagang kecil yang tak sanggup meneruskan usahanya gara-gara minyak goreng langka dan mahal. Pengangguran bermunculan di mana-mana. Padahal, sekolah anak-anak tetap harus dibayar, kontrakan dan listrik juga harus dilunasi, dan makanan harus dibeli setiap hari.

Ini semua cerita tentang rezeki. Ada baiknya, cerita tentang rezeki tak kita pisahkan dengan cerita tentang tawakal kepada Allah Ta'ala. Sedang cerita tentang tawakal juga tak bisa dipisah dengan cerita tentang iman. Apakah kita mengimani ketentuan bahwa bila kita telah berusaha semaksimal mungkin, lalu bertawakal kepada Allah Ta'ala, maka Allah Ta'ala akan memberikan apa yang kita butuhkan?

Bagi seorang mukmin tentu ia percaya. Sebab, Allah Ta'ala sendiri yang mengatakan demikian. Coba tengok al-Qur'an surat At-Talaq [65] ayat 3, "Dan Dia (Allah) memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

BACA JUGA: Yakinlah, Ujian yang Kita Hadapi Tak Akan Kekal

Dari ayat tersebut kita paham bahwa Allah Ta'ala memberi rezeki kepada orang-orang yang bertakwal dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Bisa saja rezeki datang secara tiba-tiba tanpa sebelumnya terpikir dari mana akan kita dapat. Namun, agar bisa mendatangkan rezeki seperti itu, tentu ada syaratnya. Yakni, bertawakal kepada Allah Ta'ala.

Apa itu tawakal? Disebutkan dalam tafsir ayat tersebut bahwa orang yang bertawakal kepada Allah Ta'ala, baik dalam urusan agama maupun urusan dunia, adalah orang yang bergantung dan meminta sepenuhnya hanya kepada Allah Ta'ala dengan maksud untuk mendapatkan apa-apa yang bermanfaat untuk dirinya, keluarganya, dan orang lain, serta menghindari apa-apa yang buruk untuk dirinya, dan percaya sepenuhnya bahwa Allah Ta'ala akan memberikan kemudahan kepadanya.

Ketika suatu urusan kita serahkan semua kepada Allah Yang Mahakaya, Mahakuat, Mahaperkasa, lagi Maha Penyayang, maka Allah Ta'ala akan berada paling dekat dengan hamba-Nya melebihi apapun. Hanya saja, barangkali Allah Ta'ala masih ingin melihat ikhtiar dan tawakal kita sampai di mana. Bila keinginan kita belum terpenuhi, bukan berarti Allah Ta'ala tidak mengabulkan doa orang-orang yang bertawakal, namun Dia akan memberikannya pada waktu yang tepat bagi hamba-Nya.

Jadi, mulai sekarang, jangan khawatir tentang rezeki kita. Usaha, ikhtiar, lalu bertawakal kepada Allah Ta'ala, niscaya Allah Ta'ala akan mengabulkan apa yang kita mau.

Wallahu'alam bishowab.

Penulis: Agesti Ita Purnamasari | Mahasiswi STID M Natsir, Jakarta

Berita Terkait

Image

Tiga Pilar Kemenangan Islam

Image

Tawakal Tak Boleh Lepas dari Ikhtiar

Image

Rezeki Sudah Tertakar, Tak Akan Tertukar

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jaga Iman dengan Berbagi Renungan

Mari Mengenal Keong

Pucat Pasi di Tobelo

Berita Tentang Anak dan Etika yang Dilanggar

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image