Dirjenpas Kemenkumham Gandeng IMS Dirikan Ponpes Pertama di Lapas Nusakambangan

News  
Peresmian pondok pesantren pertama di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah

CILACAP --- Islamic Medical Service (IMS) dan Lapas Nusakambangan meresmikan pondok pesantren (ponpes) pertama di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis (15/9). Letaknya di Kembangkuning, salah satu tempat di Pulau Nusakambangan.

Acara peresmian tersebut, menurut rilis yang diterima redaksi Tadabbur, Jumat (16/9), dihadiri oleh pengurus DPP Hidayatullah, DPW Hidayatullah Jateng Bagian Selatan, Pos Dai Yogyakarta, BMH, MTT, Kitabisa, MAI, Yayasan Wakaf Suara Hidayatullah (Yawash), Pertamina RU IV, Dandim, Kejari, dan Kepolisian wilayah Cilacap.

Peresmian dilakukan oleh Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji. Dalam sambutannya, Tatto mengatakan ponpes di Lapas ini merupakan sarana agar setelah penghuni lapas bebas mereka bisa menjadi lebih baik .

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

"Saya bahagia sekali hari ini bertemu dengan para narapidana. Mereka perlu kita bimbing dan kita arahkan agar setelah bebas nanti bisa berbuat serta berperilaku baik di masyarakat," kata Tatto.

Selain itu, beliau juga memberikan pesan kepada warga binaan di lapas agar mau menuntut ilmu di ponpes ini, sehingga setelah menghirup udara bebas mereka memilki pengetahuan tentang islam. "Semoga narapidana menjadikan tempat ini sebagai tempat tholibul (ilmu) selalu menjaga ibadah dan banyak berdoa kepada Allah, " pesannya.

Sementara itu Kepala Lapas Kembangkuning, Agus Wahono, mengucapkan banyak terimakasih kepada para pihak yang terlibat menyukseskan kegiatan ini.

"Kami ucapkan banyak terimakasih kepada para pihak yang terlibat dalam kegiatan ini terkhusus kepada bapak Bupati, dan pimpinan IMS atas kontrubusi dan dukungan terwujudnya ponpes ini, " ujarnya.

Sedangkan Direktur IMS , Imron Faizin, mengatakan kehadiran pondok pesantren di Lapas Nusakambangan ini sebagai ikhtiar IMS dan Hidayatullah untuk membantu warga binaan agar menjadi lebih baik setelah masa hukumannya berakhir.

"Kami berharap mereka menuntut ilmu di ponpes ini dan setelah kembali ke lingkungan masyarakat masing-masing menjadi lebih baik lagi," kata Imron.

Imron juga mengucapkan terimakasih lantaran selama beberapa tahun ini sudah diberi kepercayaan dan kesempatan untuk menjalin kerjasama dengan Dirjenpas Kementrian Hukum dan HAM untuk beberapa program.

"Kami ucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan peresmian Pondok Pesantren ini, khususnya kepada Bapak Bupati Cilacap, Dirjenpas Lapas Nusakambangan, dan para sponsor, "ujarnya.

Di akhir acara, beberapa lembaga pendukung seperti MTT, BMH, Pos Dai Yogyakarta, MAI, Kita bisa, Yawash, memberikan perlengkapan ibadah untuk santri warga binaan di Lapas. ***

Penulis: Ibnu M Hawab

Berita Terkait

Image

Kisah Penugasan Dai ke Taliabo

Image

Telkom dan LPH Hidayatullah Bersepakat Uji Coba Penerapan Blockchain Sertifikasi Industri Halal

Image

Dai Hidayatullah se-Sulawesi Gelar Silaturahim di Palu

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jaga Iman dengan Berbagi Renungan

Kisah Penugasan Dai ke Taliabo

Teluk Palu yang Pendiam

Korupsi Mengundang Azab Allah

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image